Para Pengembang Tolak Adanya Merger BTN Syariah-dan-BSI
 

Para pengembang yang bergabung dalam Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI) tegas menolak rencana akusisi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk (BRIS) ke Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN). 

Pernyataan menolak akan hal tersebut telah diungkapkan oleh Ketua Umum DPP APERSI Junaidi Abdillah. Menurutnya, penolakan akan merger ini sendiri bukan tanpa dasar. Karena saat ini Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi menjadi penopang utama bisnis BTN, baik induk usaha maupun UUS-nya.

Bahkan hingga Mei-2022 posisi pertama masih dikuasai BTN yang telah menyalurkan KPR untuk 73.189 unit atau senilai Rp 8,13 triliun, dengan porsi 56,09 persen. Sementara KPR Subsidi UUS BTN menempati posisi kedua secara nasional dengan market share 11,38 persen. Sedangkan BSI hanya mampu menguasai 2,78 persen. Dari pesentase tersebut dapat dilihat  bahwa BTN masih unggul menguasai pasar dan lebih unggul dibandingkan dengan BSI. 

Oleh karena itu, ketua Umum DPP APERSI Junaidi Abdillah mengatakan jika rencana akuisisi PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk (BRIS) ke Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) ini berhasil terealisasi. Akusisi tersebut akan berdampak pada penyaluran pembiayaan perumahan terutama untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mengingat APERSI sendiri sebagai pengembang sangat memahami kebutuhan hunian bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Indonesia. 

Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (APERSI)  sendiri telah sepakat dengan cita-cita Program Sejuta Rumah (PSR) serta pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19 yang dilakukan pemerintah. Terlebih semangat Presiden Jokowi akan pemulihan ekonomi nasional pasca Covid-19  tersebut harus didukung penuh oleh semua pihak termasuk Kementerian BUMN. 

Akusisi UUS BTN ini juga menjadi isu yang sensitif karena yang akan di ambil oleh BSI adalah bank fokus pembiayaan UMKM. Ditambah lagi, para pengembang perumahan juga mengambil pembiayaan konstruksi dan kepemilikan/pembebasan tanah ke Bank BTN dan UUS BTN sehingga apabila akuisisi terjadi maka akan timbul kekhawatiran tersendiri. Selain itu, langkah pemisahan BTN Syariah dari bank konvensional induknya yang mengakibatkan hilangnya BTN Syariah yang bersama-sama dengan BTN konvensional sudah membuktikan eksistensi, kapasitas, kapabilitas dan kompetensinya sebagai bank fokus pembiayaan perumahan rakyat bagi MBR.




Bagikan post ini:

Postingan terkait:
Musyawarah Daerah (Musda) VI DPD Apersi Jawa Timur

Musyawarah Daerah (Musda) VI APERSI mengusung Apersi Bersinergi Membangun Negeri Tetap Tangguh dan Tumbuh di Tengah Pandemi

Pelantikan Pengurus DPD Apersi Korwil Malang

Rabu (22/6) pukul 10.00 digelar pelantikan Pengurus Apersi (Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia) Koordinator Wilayah (Korwil) Malang masa bakti 2022-2026 oleh DPD Apersi Jawa Timur di Hotel Grand Mercure Malang Mirama.